Tebing Tinggi, Indonesia – Bagi banyak penderita mata minus, kacamata adalah solusi yang umum. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, softlens atau lensa kontak lunak menjadi alternatif menarik yang menawarkan kebebasan dan estetika. Berbeda dengan kacamata, softlens menempel langsung pada kornea mata, memberikan pandangan yang lebih luas dan alami, serta kebebasan beraktivitas tanpa khawatir kacamata melorot atau berembun.
Namun, bagi pemula, proses memakai dan merawat softlens bisa terasa sedikit menakutkan. Padahal, dengan pengetahuan dan praktik yang benar, memakai softlens sangat aman dan nyaman. Apa saja yang perlu diketahui pemula sebelum memutuskan beralih ke softlens? Mari kita ulas tuntas!
Hal Penting yang Perlu Pemula Tahu Sebelum Memakai Softlens
Memakai softlens membutuhkan komitmen terhadap kebersihan dan perawatan. Tanpa itu, risiko iritasi atau infeksi mata bisa meningkat.
1. Konsultasi dengan Dokter Mata atau Optometris adalah Kunci Utama
Ini adalah langkah pertama dan paling krusial. Jangan pernah membeli softlens tanpa resep atau pemeriksaan mata dari ahli. Dokter mata atau optometris akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk:
- Menentukan Resep yang Tepat: Resep softlens bisa berbeda dari resep kacamata karena posisinya langsung di mata.
- Mengukur Kelengkungan Kornea (Base Curve/BC): Setiap mata memiliki kelengkungan yang unik. Softlens harus memiliki BC yang sesuai agar pas dan nyaman.
- Mengukur Diameter Lensa (DIA): Ini juga penting untuk fit yang sempurna.
- Mengevaluasi Kesehatan Mata: Memastikan mata Anda tidak memiliki kondisi yang bisa menghambat penggunaan softlens (misalnya mata kering parah atau infeksi).
- Memberikan Pelatihan Awal: Optometris akan mengajarkan cara memakai, melepas, dan merawat softlens dengan benar.
2. Pilih Jenis Softlens yang Tepat
Ada berbagai jenis softlens berdasarkan durasi pemakaian dan bahan:
- Harian (Daily Disposable): Dipakai satu hari dan langsung dibuang. Paling higienis dan minim perawatan, cocok untuk pemula atau yang jarang memakai.
- Dua Mingguan/Bulanan (Frequent Replacement): Dipakai selama 2 minggu atau 1 bulan, perlu dibersihkan dan disimpan setiap malam. Lebih ekonomis untuk pemakaian rutin.
- Lensa Toric: Untuk penderita astigmatisme (silinder).
- Lensa Multifokal/Progresif: Untuk penderita presbiopi (mata tua).
- Bahan: Hidrogel (standar) atau Silicone Hidrogel (lebih banyak oksigen ke mata, lebih nyaman untuk pemakaian lama).
Pilihan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan, gaya hidup, dan rekomendasi dokter.
3. Kebersihan adalah Segalanya (Aturan Emas!)
Ini adalah aturan paling penting dalam penggunaan softlens. Kebersihan yang buruk adalah penyebab utama infeksi mata.
- Selalu Cuci Tangan: Sebelum menyentuh softlens (memasang atau melepas), selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Keringkan dengan handuk bersih yang tidak berbulu.
- Gunakan Cairan Khusus: Hanya gunakan cairan softlens multifungsi (Multi-Purpose Solution/MPS) yang direkomendasikan dokter untuk membersihkan, membilas, dan menyimpan softlens. Jangan pernah gunakan air keran, air liur, atau cairan lain.
- Ganti Cairan Setiap Hari: Cairan di wadah lensa harus diganti setiap kali Anda menyimpan lensa, bahkan jika tidak dipakai.
- Bersihkan Wadah Lensa: Bersihkan wadah lensa dengan cairan softlens dan keringkan dengan udara bersih setelah setiap penggunaan. Ganti wadah lensa setiap 1-3 bulan sekali.
4. Pelajari Teknik Memakai dan Melepas dengan Benar
Ini mungkin yang paling menantang bagi pemula, namun akan menjadi mudah dengan latihan.
- Memakai:
- Pastikan tangan bersih.
- Ambil lensa dari wadah menggunakan ujung jari (jangan kuku!).
- Periksa apakah lensa tidak terbalik (bentuknya seperti mangkuk, bukan piring).
- Tarik kelopak mata atas ke atas dan kelopak mata bawah ke bawah.
- Tempatkan lensa dengan perlahan di bagian tengah mata Anda.
- Kedipkan mata perlahan hingga lensa duduk dengan sempurna.
- Melepas:
- Pastikan tangan bersih.
- Tarik kelopak mata bawah ke bawah.
- Dengan jari telunjuk dan jempol, cubit softlens secara perlahan di bagian bawah dan tarik keluar.
- Letakkan di telapak tangan, bersihkan dengan cairan softlens, dan simpan di wadah berisi cairan baru (jika bukan daily disposable).
5. Jangan Pernah Tidur dengan Softlens (Kecuali Direkomendasikan Khusus)
Sebagian besar softlens tidak dirancang untuk dipakai tidur. Memakainya saat tidur mengurangi suplai oksigen ke kornea mata, meningkatkan risiko infeksi serius. Hanya lensa kontak extended wear tertentu yang boleh dipakai tidur, dan itu pun atas rekomendasi dokter.
6. Ganti Softlens Sesuai Jadwal
Patuhi jadwal penggantian softlens yang direkomendasikan (harian, dua mingguan, bulanan). Memakai softlens melebihi batas waktu dapat menyebabkan penumpukan protein, iritasi, dan meningkatkan risiko infeksi.
7. Perhatikan Reaksi Mata Anda
Jika mata terasa merah, nyeri, buram, sensitif terhadap cahaya, atau terasa ada benda asing, segera lepas softlens dan jangan pakai lagi sebelum berkonsultasi dengan dokter mata. Ini bisa menjadi tanda infeksi atau iritasi.
Kebebasan dan Tanggung Jawab
Memakai softlens memang menawarkan kebebasan dalam beraktivitas dan meningkatkan kepercayaan diri. Namun, kebebasan ini datang dengan tanggung jawab besar terhadap kebersihan dan perawatan. Dengan mengikuti panduan ini, pemula dapat menikmati manfaat softlens dengan aman dan nyaman, menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang. Ingat, mata adalah jendela dunia Anda, rawatlah dengan baik! CariFakta.com
